About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label percoban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label percoban. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2012


PRAKTIKUM FISIKA

A. Judul                                  : Hukum Ohm

B. Tujuan Percobaan                : Mempelajari hubungan antara tegagan dan kuat arus yang                mengalir dalam sebuah rangkaian.

C. Landasan Teori                   :
Dalam arus listrik terdapat hambatan listrik yang menentukan besar kecilnya arus listrik. Semakin besar hambatan listrik, semakin kecil kuat arusnya, dan sebaliknya. George Simon Ohm (1787-1854), melalui eksperimennya menyimpulkan bahwa arus I pada kawat penghantar sebanding dengan beda potensial Vyang diberikan ke ujung-ujung kawat penghantar tersebut.
Besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar tidak hanya bergantung pada tegangan, tetapi juga pada hambatan yang dimiliki kawat terhadap aliran elektron. Kuat arus listrik berbanding terbalik dengan hambatan.
Dengan demikian, arus I yang mengalir berbanding lurus dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatannya.Pernyataan ini dikenal dengan HukumOhm, dan dinyatakan dengan persamaan

D. Alat Dan Bahan     :
Ø  Meter Dasar
Ø  Kabel penghubung merah
Ø  Kabel penghubung hitam
Ø  Papan rangkaian
Ø  Skalar satu kutub
Ø  Jembatan penghubung
Ø  Catu daya
Ø  Potensioner
Ø  Voltmeter 10V DC, 1 buah
Ø  Amperemeter 100mA, 1 buah


E. Langkah - langkah percobaan         :
Ø  Menyiapkan peralatan atau komponen sesuai dengan daftar alat dan bahan.
Ø  Membuat rangkaian
1. saklar dalam posisi terbuka (posisi 0)
2. Sebuah meter dasar 90 sebagai ampermeter dengan batas ukur 100 mA.
3. Meter dasar  90 lainya sebagai voltmeter dengan batas ukur 10 volt
Ø  Menghubungkan catu daya kesumber tegangan.
Ø  Menghubungkan rangkaian kecatu daya dengan mengunakan kabel penghubung.
Ø  Menghidupkan kecatu daya.
Ø  Mengatur potensioner sehingga voltmeter menunjukkan tegangan sekitar 2 volt. Kemudian baca dan catat hasilnya kedalam tabel.
Ø  Mengulangi langkah ke 5 sebanyak 3 kali, kemudian catat hasilnya kedalam tabel pada hasil pengamatan.

F. Tabel pengamatan :
No.
Tegangan (Volt)
Kuat arus (Ampermeter)
V/I
1.
1
4
0,25 Ω
2.
1,2
6
0,2 Ω
3.
2
10
0,2 Ω
4.
2,6
18
0,14 Ω
5.
3
12,5
0,24 Ω
6.
4
20
0,2 Ω
7.
5
24
0,2 Ω

G. Analisis data :
·         Dari percobaan pertama jarum pada voltmeter menunjukkan tegangan sebesar 1V, sedangkan kuat arus sebesar 4 A, dan menghasilkan hambatan sebesar 0,25Ω.
·         Percobaan kedua jarum pada voltmeter menunjukkan tengangan sebesar 1,2 V, pada percobaan jarum ketiga pada voltmeter menunjukkan hambatan sebesar 2V sedangkan kuat arus sebesar 6 A, pada percobaan ketiga menunjukkan kuat arus sebesar 10 A dan sama-sama menghasilkan hambatan sebesar 0,2Ω.
·         Pada percobaan yang ke empat tegangan sebesar 2,6 V  dan kuat arus sebesar 18 A sehingga menghasilkan hambatan sebesar 0,14Ω.
·         Pada percobaan ke lima, ke enam dan ke tujuh tegangan yang bermula 3V menjadi 4V dan 5 sedangkan kuat arus yang bermula 12,5A menjadi 20A dan 24A. Dan menghasilkan hambatan sebesar 0,24Ω dan 0,2Ω menjadi 0,21Ω.

H. Kesimpulan :
Ø  Jadi dapat disimpulakan semakin besar sumber tegangan maka semakin kuat arus yang dihasilkan.

LAPORAN PERCOBAAN FISIKA


Tujuan                       : Mengetahui pengaruh suhu terhadap volum pada tekanan tetap.

Dasar Teori                :
Pada termodinamika, temperature dan tekanan dihubungkan dengan persamaan P.V = n.R.T . Artinya, pada volume yang konstan, jika suhu dinaikkan maka tekanan gas juga akan naik, jika temperature diturunkan, tekanan ikut turun.

Alat dan Bahan         :

·         Penggaris dengan panjang 30 cm
·         Karet gelang ( 4 buah )
·         Termometer
·         Pemanas
·         Larutan Asam Sulfat
·         Pipa kaca kapiler
·         Bejana Kaca



Langkah Kerja          :
1.     Susunlah alat dan bahan seperti gambar di bawah ini !
2.     Nyalakanlah pemanas sampai larutan asam sulfat terlihat bergerak ke atas. ( perbandingan larutan asam sulfat dan air yang ditetesi ke dalam tabung reaksi  15 : 3 ).
3.     Catatlah tinggi kolom udara yang berada di bawah larutan asam sulfat untuk setiap kenaikan suhu 5̊C. Catatlah sampai 10 kali kenaikan suhu.







Tabel Hasil Pengamatan       :


No
Suhu (̊C)
Tinggi kolom (mm)
1
35
0,98
2
40
0,98
3
45
0,98
4
50
0,98
5
55
0,98
6
60
0,98
7
65
0,98
8
70
0,98
9
75
0,98
10
80
0,98
11
85
0,98
12
90
0,98
13
95
0,98
14
100
0,98



Faktor apa sajakah yang mempengaruhi hasil percobaan tersebut ?
Menurut kami faktor yang mempengaruhi tentu saja suhu, yang kedua adalah larutan yang terkandung. Terbukti dengan dicampur air maka asam sulfat tidak mengalami perubahan, berbeda dengan jika di dalam tabung tersebut hanya terisi larutan asam sulfat. Mengapa bisa begitu ? Menurut kami hal itu terjadi karena adanya penambahan konsentrasi air walaupun hanya perbandingannya 15:3 tetapi itu dapat sangat mempengaruhi.


Pembahasan              :

            Dari hasil percobaan kelompok kami tidak melihat adanya penambahan tinggi kolom udara dan menurut pendapat kami hal ini disebabkan karena dalam 15 tetes larutan H2SO4 dicampurkan dengan 3 tetes larutan H2O dan membuat larutan tersebut tidak mengalami penambahan tinggi kolom udara, walaupun suhunya selalu bertambah.


Saran                          :
            Menurut kami sebaiknya cairan H2SO4 sebaiknya tidak ditambahkan air, agar volume udara bisa naik.


Kesimpulan                :

            Faktor air mempengaruhi ada atau tidak adanya penambahan tinggi kolom udara.